Repositori UKDW

Journal Informatika

Journal Eksis Sistem Informasi

Jurnal Gema

Jurnal Wacana

Jurnal Ekonomi Manajemen
Dialog dengan Prof. Mahfud MD. di Kampus UKDWTanggal Terbit : Senin, 12 Maret 2012

Menyambut limapuluh tahun usia Duta Wacana yang jatuh pada tahun 2012, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyelenggarakan dialog yang mengusung tema “Menatap Masa Depan Negara Kesatuan RepublikIndonesia”. Dialog yang diisi oleh Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Mahfud MD., dibuka oleh rektor UKDW,    Djohan, MEM., Ph.D., serta dihadiri oleh kalangan akademisi dan tokoh-tokoh kristen di DI.Yogyakarta. Acara yang berlangsung pada hari Senin, 30 Januari 2012 di Kampus UKDW tersebut, turut dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam dialog yang dipimpin oleh Wakil Rektor II UKDW, Drs. Purnawan Hardiyanto, M.Ec.Dev. tersebut,  Prof. Mahfud MD. mengungkapkan bahwa, akar permasalahan yang dihadapi bangsaIndonesia saat ini bukanlah soal ideologi dan konstitusi, tetapi belum adanya pemerintahan yang kuat. Korupsi juga merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi bangsaIndonesia dan telah merasuki berbagai sendi, baik di lingkungan legislatif, eksekutif dan bahkan yudikatif.

Permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, seperti kasus GKI Yasmin yang tak kunjung selesai, serta kasus pembakaran kantor bupati, menurut   Prof. Mahfud MD., juga disebabkan oleh belum adanya pemerintahan yang kuat.

Menanggapi pertanyaan mengapa reformasi yang telah berlangsung sejak 1998 tidak serta merta membawa perubahan pada bangsaIndonesia, Prof. Mahfud MD., menjawab bahwa reformasi yang dilakukan lebih kepada menurunkan pemerintahan orde baru, tetapi tidak pada sistem birokrasinya. Korupsi tetap terjadi di birokrasi. Kondisi ini pula yang menyebabkan para investor merasa gamang untuk menanamkan investasinya diIndonesia.

Lebih lanjut, Prof. Mahfud MD., memaparkan bahwa untuk membangun pemerintahan yang kuat adalah dengan menciptakan sinergitas yang kuat. Proses pemerintahan yang bersih hanya dapat dilakukan dengan dua hal yaitu “merah-putih”. ‘Merah’ yang berarti berani, dan ‘putih’ yang berarti bersih merupakan gambaran pemerintahan yang dibutuhkan saat ini. Pemerintah yang bersih tapi tidak punya keberanian, tidak akan dapat menyelesaikan permasalahan bangsa.

Dalam memberantas korupsi yang terjadi diIndonesia, Prof. Mahfud MD.,  mengungkapkan bahwa, apa yang dilakukan Latvia dan Cina merupakan hal yang tepat untuk dilakukan di Indonesia. Di Latvia, pejabat dari orde sebelumnya yang korup, tidak diperbolehkan untuk menjabat lagi. Sedangkan di Cina, seluruh koruptor mendapatkan pemutihan dan dianggap tidak bersalah, namun setelah itu hukuman mati diberlakukan bagi setiap koruptor.

Dialog yang berlangsung santai dan jauh dari kesan formal tersebut mendapat respon positif dari para hadirin. Berbagai pertanyaan terkait persoalan bangsa dan solusi pemecahannya dijawab dengan antusias oleh narasumber. (pm)




Atau share via


+ Daftar berita lain
Hit counter: website statistics
Diperbarui tgl: 23-04-2021
Hak Cipta © Perpustakaan Universitas Kristen Duta Wacana 2021.